Ini Tanggapan Haji Bahrudin Hingga Daniel TDC Tertangkapnya Tersangka Balap Liar

Haji Asep Bahrudin (Atas), Daniel TDC Racing (Bawah)

Dragbike.id – Terakit viralnya sebuah kegiatan aksi balap liar oleh Aizar Autosonic dengan CMZ Speed Jakarta Timur beberapa hari yang lalu sekitar jam 08.00 WIB di Jalan Raya Serpong KM 8 Depan Wisma Indah Kiat, Kelurahan Pakulonan, Kecamatan Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan (20/5/2020). Menuai berbagai reaksi dari para kalangan penggiat otomotif khususnya di Jabodetabek.

Tidak terkecuali dengan seorang promotor asal Banten dan juga pemilik tim legendaris Indonesia, Haji Asep Bahrudin dan juga Daniel TDC Racing. Kedua tokoh otomotif ini berekasi terhadap apa yang telah terjadi di kawasan Serpong, Tangerang Selatan.

Haji Asep Bahrudin (Pojok Kiri) Saat Berada Di Polsek Serpong

Haji Pesek sapaan dekat Haji Asep Bahrudin sangat menyayangkan kegiatan balap liar yang dilakukan menjelang siang hari oleh para tersangka. “Saya pribadi sebagai pihak yang sering mengadakan event drag bike khususnya Banten sedih melihat yang terjadi. Ini memang salah para tersangka, tapi tidak sepenuhnya saya menyalahkan mereka. Karena memang saya akui di sini khususnya sarana tidak memadai. Namun sisi lain saya juga tidak menyalahkan Pemerintah terkait tidak memiliki sarana, karena ini memang sedang wabah Covid dan ada PSBB serta menganggu ya mereka ini memang telah melanggar.” Ungkap Haji Pesek langsung kepada Penulis.

Daniel TDC Racing

Bukan hanya dari seorang promotor balap Banten. Legendaris nya pembalap Indonesia sekaligus owner tim dari TDC Racing pun ikut berbicara perihal kasus ini. “Kalau untuk yang ketangkep, jalanin aja konsekuensi perbuatan kita. Itu kesatria namanya, jangan pernah menyalahkan orang lain dan keadaan atas tindakan kita.” Jelas Daniel saat berbincang melalui pesan singkat.

Selain itu Daniel juga menambahkan sebuah pesan, “Orang yang akan bertahan untuk ke depan adalah orang yang bisa beradaptasi dengan keadaan. Kita sambut kehidupan social baru ke depannya. Bersatu anak bangsa tunjukan kita bisa, dulu kita cuma pake bambu runcing lawan tank dan pesawat belanda. Sekarang kita gotong royong dan saling peduli itu senjata kita dan saling mengerti.” Tandasnya.

Comments

comments