Ninja 155cc Frame STD Simple Concept Pecahkan Rekor Nasional, Lebarkan Power Band Kunci Suksesnya

Ninja pemecah Rekor time 07.260
rollingspeedlogo

Dragbike.id (Jababeka) – Ninja ini adalah yang paling kencang di seantero indonesia. Rekor ini pun kukuhkan oleh Eza Chemonk dan sang maestro drag bike Eko “Chodox” Sulistyo di event Proliner Uma Racing Boy Maniak 201M hari minggu kemarin (14 Agustus 2016). Dan bertarung di kelas Sport 2T 155cc Frame STD Open juga Sport 2T 155cc Frame STD rokies JABAR. Berjalan di 07.260 oleh Eza Chemonk dan 07.279 lewat sang maestro mebuat gempar dunia drag bike di tahun 2016. Pasalnya untuk kelas Sport 2T 155cc Frame STD, hanya mampu bercokol di 07.3 detik sekian sebelum di pecahkan menjadi 07.260

Yusron dan Chodox optimis pertahankan konsistensi time motor
Yusron dan Chodox optimis pertahankan konsistensi time motor

Ninja berkelir putih merah gacoan team Simple Concept garapan dari Yusron ini menjadi trending topik usai memastikan terpecahkannya rekor baru di kelas primadona Sport 2T 155cc Frame STD. Motor ini berjalan bak jet darat, terdengar dari raungan mesin saat di lintasan amat sangat sempurna, terlebih perpindahan gigi yang tak menekan kopling membuat sang dragster Chodox dan Chemonk leluasa mengontrol power motor dengan cukup menekan tuas gas tanpa di sibukkan menekan kopling saat memindahkan gigi.

Yusron san tuner Simple Concept " hanya memindahkan power band saja "
Yusron ” hanya memindahkan power band saja “

Namun bukan DBI namanya apabila tak mampu mengorek rahasia dari sang pemecah rekor. Rupanya resep mampu memecahkan rekor nasional terletak pada power band dari motor “ Gaya bawa Eko itu berani buka gas sewaktu start, ini membuat saya harus memindahkan power ke RPM mengengah ke atas agar tidak kehilangan power setelah start ” buka Yusron sang tunner Simple Concept.

Yusron pun menjelaskan bahwa gaya bawa motor Chodox sewaktu lepas start selalu membuka gas sebesar besarnya tanpa memperdulikan liarnya motor. Ini yang membuat ia kembali menggoyangkan pisau tunner untuk mengorek blok slinder original bawaan pabrik.

eko Chodox dan Eza Chemonk sama sama kemas 7.2 detik lewat motor yang sama
eko Chodox dan Eza Chemonk sama sama kemas 7.2 detik lewat motor yang sama

Namun sayang, mekanik yang selalu hadir dengan senyum khasnya ini enggan memberikan angka pasti dari data portinganya ” Semuanya sama kok angka angkanya dengan teman teman yang lain, tidak ada yang istimewa atau yang baru, hanya saja saya cuman fokus di lebar dan tinggi exhaust saja. Sisanya sama dengan yang lain ” tambahnya.

Yusron dan Chodox kompak menjawab mampu menjaga waktu motor yang konsisten ” Insya Allah saya dan Eko mampu tampil konsisten dri 7.2 asalkan sirkuit memadai ” tutup Yusron yang di amini oleh Chodox. Chodox sedikit menambahkan ” Motor ini bisa bermain konsisten 7.2 detik asalkan sang joki berani membuka gas sewaktu start sebesar besarnya, apabila salah baca RPM ya susah mas ” tambah sang maestro yang kemarin sakses menyabet title JUARA UMUM di Proliner Uma Racing Boy Maniak 201M pada minggu lalu | penulis : Arfiadi

 

Comments

comments