Honda Sonic penjegal FU 200cc

DBB-Meski baru 4 bulan menginjakkan rodanya di lintasan drag bike Tanah Air, Honda Sonic milik Vincent Wijaya, penggawang tim VND Vincent’s JFK MP2 Racing Team ini mulai menunjukkan tajinya. Pasalnya baru 3 kali berlaga, namun ketiganya langsung raih jawara.

“Saya order motor ini langsung dari Thailand sekitar pertengahan Maret 2014 lalu. Dari awal datang sampai sekarang belum ada yang berubah, kecuali pada cat rangkanya. Kebetulan dari 3 kali beraksi, berhasil menjadi yang tercepat, makanya urusan mesin belum ada yang diutak-atik,” tutur Vincent.


Agar pengapian di ruang bakar lebih besar, aplikasi CDI Api Tech

Pria berkacamata minus ini juga menuturkan kalau best time sementara yang diraih tunggangan ini adalah 7,372 detik, jokinya Fandi Pendol. Yakni saat berlaga di kelas bebek 4 tak 200 cc ajang drag bike Tegal, Jateng awal Juni 2014 lalu.

“Waktu di Tegal, kiprah perdana motor ini tampil di ajang drag bike Tanah Air. Nah yang bikin saya tambah senang, karena berhasil mengalahkan sekitar 25 peserta lain yang semuanya mengandalkan Suzuki Satria F150. Sedangkan motor ini adalah satu-satunya motor Sonic yang tampil di kelas tersebut,” kekeh Vincent.


Blok mesin dan cylinder head CBR 150 dipercaya buat dongkrak ruang bakar menjadi 200 cc.

Sedangkan aksi kedua tunggangan ini adalah di gelaran drag bike Purwakarta, Jabar pada pertengahan Juni lalu. “Selain berhasil menjadi yang tercepat di kelas bebek 4 tak 200 cc, yang ditunggangi Imam Ceper. Juga berhasil finish ketiga di kelas yang sama saat dibawa Arif Tijil,” imbuh pria yang didampingi 10 personil ini.

Lalu prestasi ketiga yang diraih tunggangan asal negeri Gajah Putih ini yakni saat berlaga di Brigif, Bandung pertengahan Juli lalu. “Meski saat itu acaranya pas bulan puasa, namun pesertanya lumayan banyak. Besutan yang ditunggangi Fandi Pendol ini berhasil menjadi yang tercepat di kelas FFA bebek 4 tak 250 cc,” tukas Vincent.


Asupan BBM makin optimal berkat karburator TMR 34

Pria yang buka speed shop Vincent’s Racing Gallery (VRG) di Jl. Taman Sari 8 No.129, Jakbar ini beralasan kenapa andalkan Honda Sonic untuk turun di kelas bebek 4 tak 200 cc karena pengin tampil beda dibanding tim lain yang mayoritas mengandalkan Satria F150.

“Kebanyakan pada mengandalkan Satria F yang basis mesinnya 150 cc. Nah saya tertarik dengan Sonic yang dapur pacu standarnya 125 cc ini karena pengin membuktikan bahwa motor ini juga mampu melesat kencang serta bisa mengalahkan rival-rivalnya tersebut. Selain itu, sekaligus untuk riset part performanya yang nantinya bisa saya jual ke pasaran,” imbuhnya.


Knalpot VRG produk sendiri juga ikut bantu dongkrak performa

Agar tunggangan ini bisa berlaga di kelas 200 cc, mengandalkan blok mesin dan cylinder head copotan Honda CBR 150. “Biar langkahnya makin panjang, setang seher orisinal Sonic di-custom menjadi 57 mm. Lalu tambah paking blok setebal 2 cm. Oh ya, diameter pistonnya 66 mm. Total volume ruang bakarnya menjadi 195 cc,” tutup Vincent.

DATA MODIFIKASI:
Blok mesin : Honda CBR 150
Cylinder head : Honda CBR 150
Paking blok : Aluminium 2 cm
Piston : 66 mm
Noken as : Custom
Setang seher : Custom
Karburator : TMR 34
CDI : Api Tech
Koil : RM
Knalpot : VRG
Rasio : Racing
Sok belakang : YSS
Pelek : DID & Yoko
Radiator : Honda CBR 150
Estimasi biaya : Rp 55 jutaan
Vincent’s Racing Gallery : 021-98582168 / 0856-91881290
Resource : otomotif.com

Comments

comments