Bodisa Night Race 2018: Bermain di Kandang Sendiri, DMS 135 FT Juragan Toge Tak Mau Di Remehkan

Dragbike.id – Dengan dipisahkannya kelas Bebek 4T 200cc antara mesin berdiri dengan mesin tidur, membuat kelas diantara keduanya menjadi setara. Sebab antara mesin berdiri memiliki keunggulan lebih dengan mesin tidur. Dari catatan waktu pun lebih fantastis Bebek 4T 200cc Mesin Berdiri.

DMS 135 FT Juragan Toge, team yang beralamatkan workshop tepatnya di Cicangkal, Rumpin – Bogor tidak mau diremehkan didepan publiknya sendiri. Dengan mengandalkan pembalapnya Osenk Tanxian, Adit Coco serta Riki Butong DMS 135 FT Juragan Toge berusaha tampil maksimal untuk mampu bertengger dipodium tertinggi pada gelaran Bodisa Night Race 2018.

Terbukti, dengan mengandalkan pembalap yang dimilikinya, bebek 4t 200cc mesin tidur miliknya mampu menjadi yang tercepat dengan torehan waktu 07.858 detik bersama Adit Coco. “Aku baru pertama kali naik motornya. Motornya kuat tapi kurang maksimal. Slip kampasnya mas.” Ungkap Adit saat dihubungi langsung oleh penulis.

Bersama rekan satu team lainnya, Adit Coco ditemai oleh Riki Butong pada posisi kedua dengan waktu yang dicapai yaitu 07.942 detik, serta Osenk Tanxian dengan waktu 08.034 detik berada di posisi keempat. Osenk harus tergeser dari posisi ketiga oleh Eza Chemonk dengan waktu 07.981 detik. “Joki semuanya maksimal. Puas dengan hasil hari ini walau cuaca tidak mendukung ya. Prediksi kalau cuaca bersahabt 7,7 detik.” Buka sang juru kunci kepada penulis.

“Motor prepare 1 bulan. Prepare hanya pengecekan ringan saja seperti cek noken as, cek ring seher, gap klep, dan pre klep soalnya itu paling inti. Sama service ringan aja engga sampe belah mesin. Kita maksimalin dulu yang sudah ada. Setelah ini baru kita siap belah mesin, buat sambut tahun 2019.” Singkat sang juru kunci.

Comments

comments