Banjir Protes Di Pertamax Drag Bike Championship Seri 1 Indramayu

Manager dan Dragster tidak puas dengan keputusan juri yang tidak memfinalkan 5 kelas point di Pertamax Drag Bike Champinship seri pertama
rollingspeedlogo

Dragbike.id (Indramayu) – Banjir protes datang dari beberapa team dan dragster yang kemarin beradu di Pertamax Drag Bike Championsip seri perdana di Indramayu. Mereka semua kurang puas akan keputusan panitia yang tidak melakukan Final di 5 kelas yang point kan. Hal ini di karenakan kondisi track yang basah, dan tidak memungkinkan untuk dilakukan balapan di lintasan sirkuit non permanen bumi patra. 5 kelas wajib yang tidak di finalkan adalah Bebek 4T 130cc, Bebek 4T 200cc, Sport Frame STD 155cc, Sport 155cc Tuneup dan Matic 200 Tuneup

Melihat keputusan juri yang tidak memfinalkan kelas yang sudah di lakukan penyisihan membuat beberapa manager dan dragster pun sontak kecewa. Mereka pun langsung berbondong bondong mendatangi panitia dan menayakana mengapa tidak di lakukan final. ” Wah bagai mana ini, kok 5 kelas wajib tidak di lakukan final, Ini promotor besar. Sudah tau cuaca sekarang itu tidak mendukung, kenapa tidak mengantisipasi dari hari sabtu ??? malah kelas point yang kena imbasnya ” Ucap Fandi Pendhol dragster asal Semarang yang terlihat geram. Manager team pun ikut lontarkan protes “Seharusnya hari sabtu kemarin diadakan penyisihan 5 kelas wajib. Jangan 3 kelas suporting ” Sambung Rian “Konyeh” Hidayat dari team IUS MOTOR RCB Racing yang merasa kecewa kepada panitia.

 

Adu Argumen Crew.Manager, Dragster, Panitia bikin suasa sedikit panas
Adu Argumen Crew.Manager, Dragster, Panitia bikin suasa sedikit panas

Asep Robot pun angkat bicara, dragster asal kota Sumedang ini pun sedikit melemparkan keluhannya ” Ya saya sih kepengennya kelas wajib itu berjalan lancar (di finalkan) tapi siapa yang tahu cuaca langsung berubah tidak bersahabat ? klo cuaca kan Tuhan yang punya kuasa ” ungkap Robot dengan bijak. Protes pun bukan cuman soal 5 kelas yang tidak di finalkan. Tapi protes datang dari masalah berat timbangan yang tidak jelas catatannya. Hal ini di lontarkan oleh Ocky Camat yang merasa kecewa perihal timbangan “ Kebeneran waktu saya sama dengan Bowo, menurut peraturan apabila time sama maka yang di ambil dari berat timbangan. Berat saya lebih ringan dari pada Bowo, namun ketika saya tanyakan catatan kepada panitia mereka bilang catatan tidak ada ” Camat pun menerangkan bahwa management balapan kemarin belum berjalan maksimal.

Melihat banyaknya response dari para peserta membuat pihak juri yang di wakili oleh Anas Riswanto selaku pimpinan lomba menanggapi. ” Kami tahu mereka kecewa, tapi itu bukan karena keinginan kita, semua itu karena cuaca yang tidak bersahabat. Mau di teruskan pun kondisi lintasan tergenang air. klo ada apa apa kita yang bertanggung jawab. Dan kami tidak mau ambil resiko ” di sela berembuk dengan para team dan dragster.

Bapak Helmi Sungkar menenangkan pembalap dan manager
Bapak Helmi Sungkar menenangkan pembalap dan manager

Bapak Helmi Sungkar selaku pimpinan Trendy Promo Mandira pun angkat bicara” Ini baru seri pertama. Bukan kami (panitia) merasa paling benar namun kami ingin yang terbaik untuk kejuaraan ini. Terlebih setiap gelaran kami bukan mencari banyak peserta, namun yang kami cari itu kualitas dari kejuaraan yang kami buat ” sambil menenangkan dragster dan manager yang mengutarakan aspirasinya

Teman teman team dan dragster yang berkompetisi di event ini pun ber harap, di seri kedua yang akan di laksanakan di Karawang nanti hal ini tidak terjadi kembali. Mereka pun menyayangkan pihak panitia yang sedikit kurang memperhatikan masalah teknis. Yah semoga seri kedua nanti tidak ada lagi terdengan masalah masalah seperti di atas. | Penulis : Arfiadi

Comments

comments